Wednesday, September 2, 2015

Coolling Down

Kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang
hutan gunung sawah lautansimpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa
-------------------



Semangat pagi ,
Kali in bhejoe ingin berbagi opini bhejoe yang tidak penting.
Dimulai nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini , yang menyentuh Rp.14.000,- per dolar bahkan lebih. Hal ini tentu berakibat kepada naiknya harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya , terutama yang berhubungan dengan nilai tukar tersebut. Sebagian orang menyalahkan kondisi perekonomian dunia yang menyebabkan hal ini.
Sebelumnya pedagang daging sapi berdemo, karena harga daging sapi yang melampaui batas kewajaran., padahal kalau mau jujur bhejoe hanya sekali atau dua kali dalam setahun makan daging ( daging sapi ) itupun kalau kebagian jatah kurban, tapi kalau makan bakso ya sekali-sekali laahh .

Memang salah kalau masyarakat punya banyak sapi tapi tidak untuk di jual, cuma buat digemukin.
Nanti di jualnya kalo sudah perlu, misalnya kalau anaknya mau masuk perguruan tinggi , atau mau masuk PNS , masuk kerja, nah sapi-sapi nya di jual buat biaya masuk kerja.

Bhejoe cukup respek dengan Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden GusDur, Rizal Ramli mengkritik segelintir pihak yang selalu menyalahkan faktor eksternal sebagai penyebab merosotnya ekonomi Indonesia saat ini. Ekonomi RI Lesu, Jangan Salahkan Internasional
Beberapa stasiun berita nasional memberitakan bahwa bukan indonesia saja yang terkena dampak meningkatnya nilai tukar dolar dan pertumbuhan ekonominya melamban.
Memang begitu sih , tetapi tidak semua mengalami melambatan pertumbuhan ekonomi misalnya Filipina pertumbuhannya sampai 7,5 % , pertumbuhan ekonomi india 7%.

andai saja , disaat nilai tukar dolar terhadap rupiah seperti ini nemu 100 Dolar , tentunya postingan ini tidak tampil he he he …
pesan bhejoe pada bhejoe sendiri khususnya dan umumnya kepada para mengunjung yang budiman serta masyarakat indonesia baik dinunia maya ataupun di alam nyata, tetap semangat dan jangan putus asa , 
semoga badai cepat berlalu.

Terima kasih
Bhejoe

No comments: