Monday, May 18, 2015

Bisnis yang menjanjikan 2015

Kemarin Tablet anak tidak bisa di charger , setelah diperhatikan ternyata conerktor charge-nya rusak.
Mungkin pas lagi di-charge terjatuh atau pas nyolokin charge-nya terburu-buru sehingga tidak pass nancepnya dan akhirnya conektor chargenya rusak,
berhubung belum pernah membongkar tablet, dengan terpaksa bhejoe membawanya ke tukang service terdekat yang sudah cukup terkenal dan cukup banyak pekanggannya.
Sebenarnya bhejoe ingin memperbaiki sendiri untuk mengganti konektor charge tablet tersebut, namun setelah dihitung resikonya mendingan membawa ketempat service HP.
Setelah dibongkar, ternyata benar conektor chargernya yang rusak dan harus diganti dengan yang baru.
Dengan tarif yang cukup lumayan ditempat bhejoe ditawarkan Rp.75.000,- alias tujuh puluh lima ribu rupiah.
Dengan berat hati akhirnya Bhejoe setuju.
Alangkah kagetnya bhejoe, ketika disebelah bhejoe ada seorang yang membeli konektor charger .

Dan ternyata harganya hanya Rp 5.000,- alias lima ribu perak.

Mendengar harganya hanya lima ribu, bhejoe cukup tertegun “gile' keuntungannya sampai 700 %”. bisnis apa coba yang memberi keuntungan sampai 700 %. main forex trading saja belum tentu bisa dapat sebesar itu untuk sekali closing.

itu dari hal kecil ( ganti konektor charger ) . bagaimana dengan service atau ganti flesibel, atau ganti touch screen yang orang lain atau konsumen tidak mengerti harga dasarnya ?
Dari kejadian ini , bhejoe berpikir dan menganalisa ternyata bisnis service Hp merupakan bisnis yang sangat menjanjikan.
Sekarang satu orang bisa memiliki dua atau tiga Hp/ gadget. Satu untuk telpon , yang lainnya untuk layanan paket data brosing dan sosial media.
Tetapi ada juga yang mempunyai Hp satu tetapi sim cardnya banyak...he he he tebak coba apa kira-kira kerjaanya ya...?
apa lagi menurut bhejoe usaha yang minim resiko adalah usaha dibidang jasa.
Jadi ingin bisa menjadi tukang service hp....

setelah dua jam menunggu akhirnya tablet anak pun bisa dicharger kembali.
Anak-anak bhejoe juga senang, bisa main geme lagi. Namun kali ini tidak terlalu berebut. Kerana khawatir chargernya rusak lagi.
Namun sayang disayang, umur konektor cherger hanya dua minggu. Dua minggu setelah diservice ternyata rusak lagi.
Terpaksa bhejoe kembali ke tempat service yang lalu.
Dan meminta keringanan , atau discound untuk penggantian konektor charger ta-tablet-an.
Dengan sedikit negosiasi dan pasang tampang memelas ternyata bhejoe tidak berhasil untuk mendapat penggantian atau paling tidak discound untuk pemasangan konektor charger yang kedua. Tukang servicenya tetap meminta biaya Rp.75.000,- .
Biarpun saat itu bhejoe ada duit untuk membayar, tetapi bhejoe putuskan untuk berpinah ke tempat service yang lain.
Dan akhirnya dapat juga yang mau dengan biaya Rp.40.000,-. Alhamdulillah, andai saja tempat service yang pertama bisa memberi discound pasti bhejoe memilihnya.

Sekali lagi bhejoe dapat ilmu, ternyata untuk memelihara pelanggan tidak mudah.
Kita harus bisa membaca karakter pelanggan, dan berusaha menyenangkan pelanggan , tanpa membuat kita rugi.

Demikian , semoga menginspirasi
terima kasih




No comments: