Wednesday, April 8, 2015

Cinta dalam Hati

Sore itu bhejoe membawa anak yang paling kecil berobat di sebuah klinik.

Si kecil demam sudah tiga hari belum juga turun. Padahal sudah dikasih obat penurun panas. Sebenarnya demamnya sudah sembuh, tetapi kadang masih demam kembali hanya saja kali ini plus gusi bengkak .


Ini adalah pertama bhejoe berobat menggunakan kartu BPJS.

Disini Bhejoe tidak akan cerita mengenai pelayanan atau kelebihan dan kekurangan berobat dengan kartu BPJS.

Telah bebarapa malam bhejoe kurang tidur ( biasa... nonton TV sambil mikir gimana bayar hutang yang kian hari makin banyak saja...curcol dikit). Sambil jaga-in anak yang demam.


Jam menunjukan pukul 01:45 AM alias jam satu lewat empat puluh lima menit.

Namun mata bhejoe tidak kunjung mengantuk. Akhirnya dibawa mengerjakan sholat malam, siapa tahu tuhan ngasih petunjuk bagaimana cara untuk mendapatkan cash money dengan cepat dan halal tentunya.

Di usia yang bisa dibilang tidak muda lagi, bhejoe kadang agak pesimis menghadapi kehidupan yang kian susah saja #Ini Susah Itu Susah ( ISIS ) kata orang yang kreatif berkata-kata.

Ketika jam menunjukan 02:05 AM Bhejoe akhirnya menyerah dengan rasa kantuknya dan merebahkan diri setelah bermuajahah sebentar dengan sang pencipta.

Akhirnya bhejoe pun tertidur pulas. Bahkan Tuhan kasih Bhejoe mimpi , mimpinya bukan mimpi sembarangan dalam mimpi malam itu “ Bhejoe bertemu dengan cinta pertama Bhejoe”.

Cerita begini : seolah bhejoe dibawa ke masa masa sekolah  dulu.

Semua terasa menyenangkan , apalagi dalam mimpi seolah bhejoe sedang ngobrol dengan cinta dalam hati Bhejoe.

Mengapa cinta dalam hati ? ya.. karena bhejoe tidak pernah mengucapkan bahwa bhejoe jatuh cinta / suka sama gadis tersebut, katakanlah “Ari” namanya( bukan nama sebenarnya ). Anaknya hitam manis .

Tetapi Bhejoe yakin bahwa Ari tahu Bhejoe menaruh hati sama dia.

Dan dengan Percaya Dirinya Bhejoe juga meyakini bahwa Ari ada hati juga sama Bhejoe.

Namanya juga cinta dalam hati. Ya tidak diungkapkan. “Biarlah cinta kita cukup kita yang merasakan”. Begitu kira-kira komitmen yang tidak pernah diungkapkan antara Bhejoe & Ari.


Adanya cinta dalam hati Bhejoe ini bukan tanpa alasan. Pertama Bhejoe belum yakin apa dia ada hati sama bhejoe atau tidak , dan lagi ketika itu baru kelas Dua sma ( sebenarnya anak ini sudah keliatan manis waktu kelas satu semester ke dua ). 
masih teringat ketika itu bhejoe sering mencuri pandang ke Ari, karena naksir. (sepertinya dia juga begitu he he he...)
Terus bhejoe merasa masih kecil waktu itu , dan yang ketiga Bhejoe memang termasuk anak yang pemalu kala itu, bahkan sampai saat ini bhejoe masih menyembunykan identitas nya ( memang tidak penting dan tidak ada yang kangen juga sih...).


Baru Bhejoe sadari betapa Gusti Alloh sayang sama Bhejoe walaupun masih kecil dan tidak pernah meminta , tetapi Tuhan kasih rasa itu .

Anehnya dalam mimpi tersebut Ari sudah punya seorang Anak. Dan suaminya cukup wellcome dengan Bhejoe.
dalam mimpi terasa waktu berjalan sangat lambat, dan begitu banyak kejadian dan cerita yang terjadi . 
yang agak aneh , suasana dalam mimpi itu seperti di Kebun Raya Bogor .

ketika di akhir mimpi bhejoe berpamitan mau pulang ke Ari, ketika itu hujan menghiasi pertemuan kami , seolah tuhan merestui silaturahmi kami dengan menurunkan hujan dan beribu malaikat yang menyertai nya.

Sampai jumpa lagi Ari , dilain waktu dan kesempatan  semoga Tuhan mempertemukan kita pada suasana berbeda yang lebih baik.

Terima kasih Tuhan engkau telah pertemukan “cinta dalam hati kami” dalam sebuah episode mimpi yang indah ( edisi lebay ).


Jam menunjukan pukul 05:00 pagi ketika Bhejoe terbangun.

Sambil membuka mata yang masih diselimuti oleh kantuk yang begitu berat.
dan waktu terasa sangat cepat berlalu ketika telah terbangun.

Syukur bhejoe kepada Tuhan tidak henti-henti ( Subhanalloh walhamdulillah ), mengingat mimpi kejadian puluhan tahun yang lalu berasa muda lagi.

sebenarnya bhejoe tidak pernah mengingat-ingat apa lagi ngebayangin kejadian masa lalu, tetapi mau bilang apa, lha wong pernah ada ..... ya Ga  mungkin lupa , semakin kita berusaha melupakan, semakin terasa .....


Pesan moralnya adalah “Jangan pernah kita merasa tua dalam mengejar sesuatu “.



buktinya ketika Bhejoe sudah merasa tua , Tuhan kasih mimpi ke bhejoe seolah masih pada masa sekolah dulu.


Demikian Cerita Bhejoe dalam edisi lebai kali ini .semoga menginspirasi



Terima kasih


No comments: