Tuesday, July 15, 2014

Memilih Subwoofer yang cocok

Apakah anda menginginkan deru dan gelegar langkah T-rex dari film Jurasic park , atau dari ledakan bom yang dijatuhkan dan deru tembakan dari film pearl hablor ?
Atau mungkin rampak kendang dari dangdut koplo ? Juka jawaban anda ya , itu tandanya anda menderita “bass sickness” , dan inilah saat yang tepat bagi anda untuk lebih menginvestasikan uang anda pada subwoofer.

Seiring perkembangan teknologi ,para penggemar musik cenderung menginginkan suatu speaker yang tidak terlalu besar bahkan bisa dibilang kecil / minimalis tetapi mempunyai dinamika yang luas serta mampu memproduksi nada rendah.

Bersamaan dengan teknologi serta keberadaan home theater, produsen sekarang telah berpacu untuk membuat suatu speaker berdimensi luas dengan memperhatikan faktor biaya , tempat dan fasilitas.
Efek dari hal tersebut adalah dibutuhkan sebuah perangkat penghasil suara terpisah yang mampu mengeluarkan tanggapan frekfensi rendah. Tanggapan frekfensi rendah tersebut dikemas dalam sebuah boks yang dikenal sebagai Subwoofer.


Ukuran VS kemampuan

Efisiensi Subwoofer berhubungan secara proporsional dengan volume dan wadahnya.
Sebagai contoh tanggapan frekfensi 40 Hz direpro pada kabinet bervolume 60cm3 , Jika frekfensi nada rendah ditambah menjadi 20 Hz maka tempat yang diperlukan delapan kali lebih besar atau 480 cm3, selain itu bisa juga digunakan power amplifier yang berdaya delapan kali lipat untuk menghasilkan suara pada tingkat volume yang sama.

Dengan contoh diatas dapat dimengerti bagaimana sulitnya produsen membuat perangkat suara yang mampu memproduksi frekfensi rendah dengan hanya menggunakan speaker kecil berdinamika luas.

Perlunya speaker satelit pendukung

Panjang gelombang dari subwoofer seringkali menyerap energi dari segala penjuru secara tidak beraturan.
Untuk mengatur pnerapan ini diperlukan suatu speaker satelit yang mampu bekerja pada bidang frekfensi menengah hingga tinggi ( 80 Hz – 20 Khz ).

Penempatan

Penempatan subwoofer pada pojok ruangan dapat menambah tanggapan frekfensi rendah sebesar 9 dB.
Beberapa tips sebelum membeli home theater / Subwoofer khususnya :

     1. Perhatikan ukuran ruangan , <sesuaikan subwoofer dengan volume ruangan>.
  1. Tentukan kuantitas bas yang dimiliki oleh speaker anda sekarang.
    - Jika speaker kecil dan tidak mampu mengakomodasi Bas , maka keberadaan Subwoofer diperlukan.
    - Jika kuantitas nada rendah kurang bergemuruh dan agak kurang nendang, walaupun menggunakan speaker berukuran besar maka keberadaan Subwoofer sangat membantu..
  2. Driver yang lebih besar , lebih mampu menghasilkan kedalaman nada rendah dibanding kan ukuran driver
  3. Setiap membeli perangkat audio sebaiknya putarlah musik atau film yang benar-benar anda hafal. Hal ini karena andalah yang paling tahu karakeristik lagu/film tersebut.
  4. Pilihlah speaker satelit yang identik, jika memungkinkan subwoofer-pun dari merk yang sama, supaya keseluruhan karakteristik perangkat identik.

  5. Bandingkan beberapa subwoofer, tidak hanya satu subwoofer.
  6. Jika hal tersebut no.6 tidak memungkinkan , gunakan formula yang biasanya berlaku dalam pemilihan home theater : Penampilan,kinerja , ergonomis , harha , kecanggihan serta brand atao merek .

Demikian, semoga menginspirasi  

Terima kasih



Sumber : Majalah Audio video tahun 2011

No comments: