Sunday, June 19, 2011

Learning time is delayed

Masih ingat dengan ceritaku pada waktu yang lalu ( istriku mengandung anakku yang ke tiga )
Di bulan-bulan terakhir kehamilannya banyak cerita yang menegangkan yang lucu bahkan sedikit menenangkan ( seperti psikotropika saja…).
Ceritaku kali ini diawali dari usia kehamilan istriku memasuki usia delapan bulan.
Waktu itu hari Jum’at sehabis sholat subuh ( + jam 05:00 Am ). Isrtiku mengluarkan Flek ( bercak darah ). Dengan perasaan sangat khawatir. Berbagai pertanyaan aku tujukan pada istriku.
Apakah kamu sakit perut…? , Apakah ada yang sakit..? , apakah kamu pusing…? , kemarin kamu makan apa..? dan sebagainya.
Saya paling takut melihat darah , apalagi darah itu keluar dari istriku yang sedang mengandung anak ke Tiga . panik dan khawatir saat itu tidak bisa dibayangkan.
Pagi itu kami langsung ke klinik tempat kami control kandungan. Tetapi Dokter yang biasa memeriksa kandungan istriku hari itu tidak praktek , jadi yang memeriksa kandungan istriku bidan jaga. Menurut Bidan , istriku harus istirahat total ( bedrest ) dan makan yang teratur, serta kami tidak boleh berhubungan intim dulu ( padahal kami sudah dua bulan terakhir tidak berhubungan intim ).
Hari itu aku mengambil cuti , dan mulai mengerjakan semua pekerjaan istriku dirumah . (memasak , mencuci pakaian , mencuci piring ,menyapu , mengepel dan menyuruh anak-anak makan dan minum susu). Ada hikmah dibalik cuti hari ini , begitu capainya istriku sehari-hari , lebih capai dari saya yang bekerja sebagai karyawan pabrik. Saya di tempat kerja masih bisa ketawa ketawa dengan temen , kadang masih bisa bercanda untuk mengurangi penat di pikiran. Sedangkan istriku , mau ketawa tawa dengan siapa , yang ada paling marah- marah dengan tingkah kedua anaknya yang tambah bandel.
Pesan saya untuk para suami yang istrinya tidak bekerja , jangan pernah meremehkan pekerjaan Istri di rumah, atau sekali waktu anda bisa mengambil cuti hanya untuk mengerjakan apa yang dikerjakan istri dirumah.
Kembali lagi keceritaku mengerjakan semua pekerjaan istriku di rumah. Padahal saat ini aku sedang rajin membaca yang berbau online , atau minimal , posting diblog walaupun tidak menarik dan tidak penting . Sambil mencuci piring aku merenung, bagaimana mau belajar bisnis online , kalau pegangannya piring kotor ?
Seharusnya saya lebih sering pengang computer ,atau paling tidak melancarkan jari-jari untuk mengetik.


Hari berikutnya kami kembali ke klinik untuk memeriksa kandungan istriku dengan dokter yang biasa memeriksa kandungan istriku.
Setelah mengantri beberapa pasien , akhirnya nama istriku pun dipanggil. Dan kamipun memasuki ruang periksa dengan perasaan yang tidak karuan. Setelah menanyakan apa ada keluhan ? dan bla bla bla akhirnya saat periksa kandungan pun tiba. Dengan dibantu seorang suster sang dokterpun mulai menunjukan kelihaiannya memeriksa kandungan.
Periksa kali ini sepertinya lebih lama dari priksa biasanya , dengan seksama dokter menggerakkan alat USG ( ultra sono grafy ). Setelah beberapa saat istriku bertanya pada dokter “ Bagaimana keadaan kandungan saya dokter ?”.
Dokter terdiam sesaat ( saat inilah yang paling menegangkan ). Sambil menahan nafas saya menunggu jawaban sang Dokter.
Tidak seberapa lama dokterpun menjawab “ Tidak apa- apa , kandungan ibu sehat dan posisi bayi sudah bagus. “ . Lega rasanya mendengar jawaban dokter, dan aku pun bisa bernafas kembali dengan lega.
Maaf ceritaku ini saya akhiri dulu , mengingat waktu istirahat yang terbatas.
Semoga dapat menginspirasi
terima kasih

Bhejoe

No comments: